B e r b a g i - s e s u a t u

Your description goes here

  • RSS
  • Delicious
  • Facebook
  • Twitter

Popular Posts

Hello world!
Righteous Kill
Quisque sed felis

About Me

My Photo
achim blog
klo bisa dan usahakan. bila kita berteman harus bisabikin senang teman. niscaya teman tsb akan berbuat sama seperti kita... hehehehe :D :P
View my complete profile

Thumbnail Recent Post

Category List

Blog Archive

Popular Posts

SUPM Negeri Tegal

Indahnya Kebersamaan SUPM negeri Tegal khusunya Angkatan XXXIX

Quisque sed felis

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Etiam augue pede, molestie eget.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...

Hellgate is back

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit ...

Post with links

This is the web2feel wordpress theme demo site. You have come here from our home page. Explore the Theme preview and inorder to RETURN to the web2feel home page CLICK ...

google-site-verification: googleff49df4c2b65ffe1.html

HPPS ( Himpunan Pemuda Pemudi Sindangraja ) adalah sebuah Organisasi kepemudaan dusun Sindangraja, diamana oragnisasi ini adalah sebuah wadah semua kegiatan ataupun segala sesuatu yang ada sangkutanya dengan dusun Sindangraja.HPPS HPPS berdiri sejak jaman kakak si penulis ini tepatnya penulis tidak tahu berdiri nya HPPS ini sejak tahun berapa, organisasi ini sudah saling turun menurun sejka periode silam sampai sekarang meskipun bisa di anggap oragnisasi ini mati suri karena kepengurusanya yang tidak jelas, namun kesatuan dan persatuan antara pemuda dan pemudi Sindangraja masih melekat dalam organisasi ini, dan penulis berharap di masa yang akan datang organisasi ini akan berjaya seperti tahun tahun sebelumnya......amien

Ada sebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Fani (6,5 tahun), kelas I SD. Ia memiliki banyak sekali teman. Dan ia pun tidak bermasalah harus berganti teman duduk di sekolahnya. Ia juga bergaul dengan siapa saja dilingkungan rumahnya. Ada satu hal yang menarik saat ia bercerita tentang teman-temannya.

"Bu, Lia pinter sekali lho, Bu...! Pinter Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris... pokoknya pinter sekali....!" katanya santai. Vivi juga pintar sekali menggambar, gambarnya bagus ...sekali! Kalau si Yahya pintar sekali maen musiknya.... !"

Ya memang Fani senang sekali membanggakan teman-temannya. Ketika mendengar celoteh anaknya ibunya tersenyum dan bertanya, " Kalau Fani pinter apa?" Ia menjawab dengan cengiran khasnya, "Hehehe...kalau aku, sih, biasa-biasa saja". Jawaban itu mungkin akan sangat biasa bagi anda, tetapi ibunya tertegun, Fani memang biasa-biasa saja untuk ukuran prestasi scholastic.

Tapi coba kita dengarkan apa cerita gurunya, bahwa Fani sering diminta bantuannya untuk membimbing temannya yang sangat lamban mengerjakan tugas sekolah, mendamaikan temannya yang bertengkar. Bahkan ketika dua orang adiknya, Farah (4,5 tahun) dan Fadila (2,5 tahun) bertengkar. Fani langsung turun tangan. "Sudah..! sudah, Dek! sama saudara tidak boleh bertengkar, Hayo tadi siap yang mulai?" Adiknya saling tunjuk."Hayo, jujur ...Jujur itu disayang Allah..! Sekarang salaman ya... saling memaafkan".



Pun ketika suatu hari ia melihat baju-baju bagus di toko, dengarlah komentarnya! "Wah bajunya bagus-bagus ya Bu? Aku sebenarnya pengin, tapi bajuku dirumah masih bagus-bagus, nanti saja kalau sudah jelek dan Ibu sudah punya rezeki, aku minta dibelikan ..." Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya, subhanallah anak sekecil itu sudah bisa menunda keinginan, sebagai salah satu ciri kecerdasan emosional.


Sahabat, betapa banyak dari kita yang mengabaikan kecerdasan-kecerdasan emosional seperti itu. Kadang kita merasa rendah diri manakala anak kita tidak mencapai ranking sepuluh besar di sekolahnya.


"Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang shaleh dan shalehah, yang cerdas dan kuat, yang menjadi penyejuk hati mata dan hati kami."